Naskah Film Pendek “Di Akhir Persimpangan”

NASKAH FILM PENDEK

 Gambar

DI AKHIR PERSIMPANGAN

Oleh:

Ni Luh Putu Sintya Dewi

 

 

Pemain:

Leony

Febri

Oscar

Bu Anggi

 

Musik Pendukung:

“Winda – Kutemukan Penggantimu”

“Macell – Peri Cintaku”

“Sherina – Symphoni Hitam”

 

Sinopsis:

Menceritakan bahwa begitu banyak pilihan yang dihadapi tetapi tetap satu tujuan yaitu maju ke depan tidak memandang ke kiri, ke kanan maupun ke belakang sampai masalah itu terjawabkan.

 

(Setting: di dalam kelas saat pulang sekolah).

Leony           : (Kini sampailah aku di Persimpangan.  Aku tidak tahu harus kemana, ke kanan atau ke kiri ataukah aku harus mundur?). (Menyibakkan poninya).

Febri             : Hey. Are you okay?

Leony           : Hm. Yeah. (Menganggukkan kepala).

Febri             : Oh. Kirain ada masalah. Yuk. Go to home. Matahari sudah tepat diatas kepala kita nih. Ntar panasss dijalan. (Mengibaskan tangannya).

Leony           : (Tersenyum kecil dan menganggukkan kepalanya).

——

(Setting: di dalam Kelas saat pembelajaran dimulai).

Bu Anggi      : Pada umumnya teater tradisional memiliki ciri-ciri umum seperti nilai dan laku dramatik dilakukan secara spontan dan dalam satu adegan terdapat dua unsur emosi sekaligus, yaitu tertawa dan menangis.

Leony           : (Hidup ini bagaikan teater. Terdapat dua unsur emosi sekaligus, yaitu tertawa dan menangis. Hah. Pas banget).

—————– Bel berbunyi.

Bu Anggi      : Oke. Minggu depan, kita akan lanjutkan materi ini lagi sedikit.

——

(Setting: di Kantin).

Leony           : (Melihat orang disekeliling dengan pasangan masing-masing). (Terdapat segaris senyum dan tatapan mata yang bersahabat cukup untuk membangunkan bahwa aku sama sekali tidak sendiri). (Menyibakkan poninya). Duh. Please deh. Jangan ingat-ingat yang sudah berlalu. Aku masih punya sahabat yang masih ngerti keadaanku.

Oscar            : Hey. Minum saja? Gak lapar?

Leony           : No. (Menggelengkan kepala).

Oscar            : Jutek. Ada masalah ya?

Leony           : (Menggelengkan kepala sambil meminum sebotol teh C2 rasa lemon).

Oscar            : Trus?

Leony           : Aku baik-baik saja, Oscar (Tatapan penuh makna).

—————– Bel berbunyi.

Oscar            : Aku…. (Kalimat terputus) Okay. Jika tak mau bicara sekarang. Cari aku kapanpun kamu mau. (Memberi secarik kertas dengan dan berlalu meninggalkan Leony).

Leony           : (Melihat punggung Oscar dan kertas yang diberi dari bangku dengan alis penuh tanya).

——

(Setting: di dalam Kelas).

Leony           : (Sesungguhnya berada di persimpangan jalan bukan hanya sekali ini ku alami. Tapi aku selalu dihadapkan pada pilihan-pilihan. Memilih satu jalan dan ternyata salah sehingga sampai ke persimpangan jalan yang lain).

Febri             : Lagi galau? Aris atau Oscar?

Leony           : Gak. Iuh. Apa sih. Ngawur.

Febri             : Ciyus? Gak mau cerita nih?

Leony           : Aris terlalu abu-abu buat aku. Gak jelas. Datang dan pergi seenaknya (Membuka buku Geografi).

Febri             : Oscar?

Leony           : Eh. Aku pinjam catatan Geografimu ya? (Mencoba mengalihkan pembicaraan).

Febri             : Hey! Leony… sudah 2 tahun aku mengenalmu. Baru aku tahu selain kamu pintar meneliti tapi kamu juga pintar lari.

Leony           : Lari? Apa hubungannya? (Mengangkat alis dengan penuh tanya).

Febri             : Ya gitu deh. Kamu lari dari pokok pembicaraan kita.

Leony           : Hehe. (Tampang polos).

Oscar            : Attention please. Hasil ulangan Matematika akan dibagikan. (Membagikan hasil ulangan dan melihat hasil Leony yang sangat mengecewakan). Leony?

Leony           : (Ekspresi kecewa dengan mulut terbuka sedikit).

——

(Setting: di Pantai dengan panorama sunset yang indah).

Leony           : (Kondisi ini sangat membuatku frustasi.  Tetapi lebih baik frustasi daripada menyesal karena tidak pernah mencobanya. Aku bisa saja gagal, tetapi itu bukan akhir dari perjalanan. Aku harus segera bangkit dan berlari). (Melihat secarik kertas yang pernah Oscar beri yang berisi emoticon senyum).

——

(Setting: di dalam Kelas).

Leony           : Oscar, ajari aku Matematika ya?

Oscar            : Sip. di Perpustakaan ya belajarnya?

Leony           : Okay. (Menuju Perpustakaan).

——

(Setting: di Perpustakaan).

Oscar            : Tumben sepanjang sejarah, sang juara umum bertahan, sekarang Remidi Matematika.

Leony           : Nyindir?

Oscar            : Kenyataan. Bukan sindiran.

Leony           : Okay.

Oscar            : Mulai ya… 2log8 = 3, artinya 2 pangkat berapa hasilnya 8. Maka hasilnya 3. Ngerti?

Leony           : Ngerti. (sambil senyum-senyum).

Oscar            : Leony…

Leony           : Oscar…

Oscar            : Mau dilanjutin gak nih?

Leony           : Mau… (Mengangguk dengan senyum-senyum)

Oscar            : Coba soal yang ini, 6log15…. Caranya : 3log15 per 3log6 = jadi…. (Menatap Leony) kita jadian yuk?

Leony           : Hah? Serius?

Oscar            : Serius. Mau? (Meyakinkan).

Leony           : (Menganggukkan kepala dan tersenyum kecil).

Oscar            : Jadi, kalau pacarnya lagi jelasin. Di dengerin baik-baik ya?

Leony           : (Menganggukkan kepala sambil meremas buku dengan perasaan riang).

——

(Setting: di Pantai dengan panorama sunset yang indah).

Leony           : (Daripada ku terdiam, duduk menunggu kanan atau kiri, aku memilih untuk maju. Maju lebih baik daripada berhenti berjalan. Berjalan maju menggapai harapan itu tidak secepat berjalan maju seperti biasanya. Jika terburu-buru aku bisa terjatuh. Tetapi itu lebih baik daripada bertaruh pada jalan yang tak pasti di persimpangan).

——

(Setting: di dalam Kelas dengan kondisi ulangan semesteran).

(Leony mengumpulkan soal dan jawaban terlebih dahulu dibandingkan Oscar).

——

(Setting: di dalam kelas saat pembagian Rapor Semesteran).

Bu Anggi      : Selamat Leony. Kamu bertahan menjadi Juara Umum dari semua kelas. Nilai kamu melampaui semuanya. Pertahankan ya. (Menyerahkan Rapor dan Menyalami tangan Leony).

Oscar            : (Tersenyum) Selamat Leony.

Leony           : (Tersenyum).

——

(Setting: di Pantai dengan panorama sunset yang indah).

Leony           : (Inilah akhir persimpanganku, aku telah menemukan seseorang yang menuntunku berjalan maju. Ketika aku jatuh, aku tidak merasa sendiri. Ada tempat bagiku untuk berbagi rasa sakit agar sakit itu dapat berkurang dan ada tempat bagiku untuk berbagi kebahagiaan supaya kebahagiaan itu berlipat ganda). (Menatap langit yang kemerahan). Terimakasih Oscar, kamu pengganti dia yang dulu abu-abu, hadirmu putih bagiku dan kamu merubah segalanya.

 

(Menutup Diary)…

 

—— 0 ——

About dewisintya

No Pain No Gain
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

16 Responses to Naskah Film Pendek “Di Akhir Persimpangan”

  1. indra says:

    bikin yang lebih asik lagi,,,

  2. Dila ila says:

    cerita ngennakk bangett….

  3. Dinda Nadya says:

    puitis bgt, keren..

  4. winda says:

    like this🙂

  5. nununaw says:

    Salam kenal🙂
    Ceritanya bagus kok…
    aku juga lagi belajar buat skrip🙂

  6. mas bento says:

    nulisnya nunggu ada yang ninggalin lg ya ???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s